it's me

it's me

Minggu, 01 April 2012

makalah hipotermi pada neonatus



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
 Kondisi terjadi pada neonatus yang baru lahir. Di dalam tubuh ibunya, suhu tubuh fetus selalu terjaga, begitu lahir maka hubungan dengan ibunya sudah terputus dan neonatus harus mempertahankan suhu tubuhnya sendiri melalui aktifitas metabolismenya.Perubahan kondisi terjadi pada neonatus yang baru lahir. Di dalam tubuh ibunya, suhu tubuh fetus selalu terjaga, begitu lahir maka hubungan dengan ibunya sudah terputus dan neonatus harus mempertahankan suhu tubuhnya sendiri melalui aktifitas metabolismenya.
Semakin kecil tubuh neonatus, semakin sedikit cadangan lemaknya. Semakin kecil tubuh neonatus juga semakin tinggi rasio permukaan tubuh dengan massanya. Temperatur rektal biasanya lebih rendah 1-2 oF atau 0,556- 1,112 oC di banding suhu inti tubuhnya. Suhu membran timpani sangat akurat karena telinga tengah mempunyai sumber vascular yang sama sebagaimana vaskular yang menuju hipotalamus.
Suhu permukaan kulit meningkat atau turun sejalan dengan perubahan suhu lingkungan. Sedangkan suhu inti tubuh diatur oleh hipotalamus. Namun pada pediatrik, pengaturan tersebut masih belum matang dan belum efisien. Oleh sebab itu pada pediatrik ada lapisan yang penting yang dapat membantu untuk mempertahankan suhu tubuhnya serta mencegah kehilangan panas tubuh yaitu rambut, kulit dan lapisan lemak bawah kulit. Ketiga lapisan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan efisien atau tidak bergantung pada ketebalannya. Sayangnya sebagian besar pediatrik tidak mempunyai lapisan yang tebal pada ketiga unsur tersebut.
Transfer panas melalui lapisan pelindung tersebut dengan lingkungan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama panas inti tubuh disalurkan menuju kulit. Tahap kedua panas tubuh hilang melalui radiasi, konduksi, konveksi atau evaporasi.
Semakin kecil tubuh neonatus, semakin sedikit cadangan lemaknya. Semakin kecil tubuh neonatus juga semakin tinggi rasio permukaan tubuh dengan massanya. Temperatur rektal biasanya lebih rendah 1-2 oF atau 0,556- 1,112 oC di banding suhu inti tubuhnya. Suhu membran timpani sangat akurat karena telinga tengah mempunyai sumber vascular yang sama sebagaimana vaskular yang menuju hipotalamus
Suhu permukaan kulit meningkat atau turun sejalan dengan perubahan suhu lingkungan. Sedangkan suhu inti tubuh diatur oleh hipotalamus. Namun pada pediatrik, pengaturan tersebut masih belum matang dan belum efisien. Oleh sebab itu pada pediatrik ada lapisan yang penting yang dapat membantu untuk mempertahankan suhu tubuhnya serta mencegah kehilangan panas tubuh yaitu rambut, kulit dan lapisan lemak bawah kulit. Ketiga lapisan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan efisien atau tidak bergantung pada ketebalannya. Sayangnya sebagian besar pediatrik tidak mempunyai lapisan yang tebal pada ketiga unsur tersebut. Transfer panas melalui lapisan pelindung tersebut dengan lingkungan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama panas inti tubuh disalurkan menuju kulit. Tahap kedua panas tubuh hilang melalui radiasi, konduksi, konveksi atau evaporasi.
1.2       Tujuan
Adapun tujuan yang termuat dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan hipotermi
  2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya hipotermi
  3. Untuk mengetahui gejala-gejala hipotermi
  4. Untuk mengetahui mekanisme terjadinya hipotermi
  5. Untuk mengetahui jenis-jenis hipotermi
  6. Untuk mengetahui pencegahan dan pengobatan hipotermi
  7. Untuk mengetahui patofisiologi


1.3       Batasan masalah
Adapun masalah yang termuat dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan hipotermi
2.      Menjelaskan apa penyebab terjadinya hipotermi
3.      Menjelaskan apa saja gejala-gejala hipotermi
4.      Menhelaskan bagaimana mekanisme terjadinya hipotermi
5.      Menjelaskan jenis-jenis hipotermi
6.      Menjelaskan cara pencegahan dan pengobatan hipotermi
7.      Mengetahui patofisiologi hipotermi














BAB II
PEBAHASAN

2.1       Devinisi  Hipotermi
Terlalu lama kedinginan, khususnya dalam cuaca berangin dan hujan, dapat menyebabkan mekanisme pemanasan tubuh terganggu sehingga menyebabkan penyakit kronis. Hipotermia adalah suatu keadaan dimana tubuh merasa sangat kedinginan. Setelah panas dipermukaan tubuh hilang maka akan terjadi pendinginan pada jaringan dalam dan organ tubuh.
Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita ganggren (kemuyuh) dan perlu diamputasi.
Udara dingin yang basah disertai angin yang bertiup kencang, seringkali dijumpai para pendaki ketika melakukan pendakian gunung. Tidak jarang badai dan hujan lebat menyertai hawa dingin. Malam yang cerah seringkali membuat udara semakin dingin dan berembun. Di puncak musim kemarau justru di sekitar puncak gunung seringkali muncul kristal-kristal es yang menempel pada daun-daunan dan bunga edelweis. Pakaian yang basah, kaos kaki yang basah semakin menambah dinginnya badan. Keadaan akan semakin parah bila pendaki tidak memperhatikan makanan sehingga tubuh tidak memperoleh energi untuk memanaskan badan. Dinginnya udara seringkali membuat perut kembung sehingga enggan untuk makan, kecuali memang kehabisan makanan.
Hipotermia adalah kondisi di mana tubuh kita mengalami penurunanan suhu inti (suhu organ dalam). Hipotermia bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan di seluruubuh (Edema Generalisata), menghilangnya reflex tubuh (areflexia), koma, hingga menghilangnya reaksi pupil mata. Disebut hipotermia berat bila suhu tubuh < 320C. Untuk mengukur suhu tubuh pada hipotermia diperlukan termometer ukuran rendah (low reading termometer) sampai 250C. Di samping sebagai suatu gejala, hipotermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian
Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan di bawah normal. Suhu normal pada bayi neonatus adalah adalah 36,5-37,5 derajat Celsius (suhu ketiak). Hipotermi merupakan salah satu penyebab tersering dari kematian bayi baru lahir, terutama dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg Gejala awal hipotermi apabila suhu kurang dari 36 derajat Celsius atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas titik pengaturan hipotalamus bila mekanisme pengeluaran panas terganggu (oleh obat dan penyakit) atau dipengarhui oleh panas eksternal (lingkungan) atau internal (metabolik)
Sengatan panas (heat stroke) per definisi adalah penyakit berat dengan ciri temperatur inti > 40 derajat celcius disertai kulit panas dan kering serta abnormalitas sistem saraf pusat seperti delirium, kejang, atau koma yang disebabkan oleh pajanan panas lingkungan (sengatan panas klasik) atau kegiatan fisik yang berat. Lingkungan yang terlalu panas juga berbahaya bagi bayi. Keadaan ini terjadi bila bayi diletakkan dekat dengan sumber panas, dalam ruangan yang udaranya panas, terlalu banyak pakaian dan selimut.
Bila seluruh tubuh bayi terasa dingin maka bayi sudah mengalami hipotermi sedang
(suhu 32–36 derajat Celsius). Disebut hipotermi berat bila suhu < 32 derajat Celsius, diperlukan termometer ukuran rendah (low reading thermometer) yang dapat mengukur sampai 25 derajat Celsius.
Hipotermi dibedakan atas :
1. stres dingin (36 -36,50 C)
2. hipotermi sedang (32 -360 C)
3. hipotermi berat (dibawah 320 C)
                                               
                                               
Bayi-bayi yang sangat rawan terhadap hipotermi yaitu :                                                                   
1.bayi kurang bulan / prematur
2. bayi berat lahir rendah
3. bayi sakit

2.2       Jenis-Jenis Hipotermi
Beberapa jenis hipotermia, yaitu
*      Accidental hypothermia terjadi ketika suhu tubuh inti menurun hingga <35°c.>
*       Primary accidental hypothermia merupakan hasil dari paparan langsung terhadap
  udara dingin pada orang yang sebelumnya sehat.
*  Secondary accidental hypothermia merupakan komplikasi gangguan sistemik
(seluruh tubuh) yan serius. Kebanyakan terjadinya sih di usim dingin (salju) dan iklim dingin.
Berdasarkan kejadiannya, hipotermia dibagi atas:
*      Hipotermia sepintas, yaitu penurunan suhu tubuh 1–2 derajat Celsius sesudah lahir. Suhu tubuh akan menjadi normal kembali sesudah bayi berumur 4-8 jam, bila suhu lingkungan diatur sebaik-baiknya. Biasanya hal ini terdapat pada BBLR, hipoksia (suatu keadaan dimana suplai oksigen tidak mencukupi untuk keperluan sel, jaringan atau organ), ruangan tempat bersalin yang dingin, bila bayi tidak segera dibungkus setelah lahir, terlalu cepat dimandikan (kurang dari 4 jam sesudah lahir), dan pemberian morfin pada ibu yang sedang bersalin.

*      Hipotermia akut terjadi bila bayi berada di lingkungan yang dingin selama 6-12 jam. Umumnya terdapat pada bayi dengan BBLR di ruang tempat bersalin yang dingin, inkubator yang tidak cukup panas, kelalaian terhadap bayi yang akan lahir, yaitu diduga mati dalam kandungan tetapi ternyata hidup dan sebagainya. Gejalanya adalah lemah, gelisah, pernapasan dan bunyi jantung lambat serta kedua kaki dingin. Terapi yang dilakukan adalah dengan segera memasukkan bayi ke dalam inkubator yang suhunya telah diatur menurut kebutuhan bayi dan dalam keadaan telanjang supaya dapat diawasi dengan teliti.

*      Hipotermia sekunder. Penurunan suhu tubuh yang tidak disebabkan oleh suhu lingkungan yang dingin, tetapi oleh sebab lain seperti sepsis, sindrom gangguan pernapasan dengan hipoksia atau hipoglikemia, perdarahan intra-kranial tranfusi tukar, penyakit jantung bawaan yang berat, dan bayi dengan BBLR serta hipoglikemia. Pengobatannya ialah dengan mengobati penyebabnya, misalnya dengan pemberian antibiotik, larutan glukosa, oksigen, dan sebagainya.Pemeriksaan suhu tubuh pada bayi yang sedang mendapat tranfusi tukar harus dilakukan beberapa kali karena hipotermia harus diketahui secepatnya. Bila suhu tubuh bayi sekitar 32 derajat Celsius, tranfusi tukar harus dihentikan untuk sementara waktu sampai suhu tubuh menjadi normal kembali.

*      Cold injury, yaitu hipotermia yang timbul karena terlalu lama dalam ruangan dingin (lebih dari 12 jam). Gejalanya ialah lemah, tidak mau minum, badan dingin,  suhu berkisar antara 29,5–35 derajat Celsius, tak banyak bergerak, edema, serta kemerahan pada tangan, kaki, dan muka seolah-olah bayi dalam keadaan sehat; pengerasan jaringan subkutis.

Bayi seperti ini sering mengalami komplikasi infeksi, hipoglikemia, dan perdarahan. Pengobatannya ialah dengan memanaskan secara perlahan-lahan, antibiotik, pemberian larutan glukosa 10 persen, dan kortikosteroid.
2.3       Penyebab Hipotermi
Berikut penyebab terjadinya penurunan suhu tubuh pada bayi :
Luas permukaan tubuh pada bayi baru lahir (terutama jika berat badannya rendah), relatif lebih besar dibandingkan dengan berat badannya sehingga panas tubuhnya cepat hilang.
Pada cuaca dingin, suhu tubuhnya cenderung menurun.Panas tubuh juga bisa hilang melalui penguapan, yang bisa terjadi jika seorang bayi yang baru lahir dibanjiri oleh cairan ketuban.
Etiologi Penyebab terjadinya hipotermi pada bayi yaitu :
·         Jaringan lemak subkutan tipis.
·         Perbandingan luas permukaan tubuh dengan berat badan besar.
·         Cadangan glikogen dan brown fat sedikit.
·         BBL (Bayi Baru Lahir) tidak mempunyai respon shivering (menggigil) pada reaksi kedinginan.
·         Kurangnya pengetahuan perawat dalam pengelolaan bayi yang beresiko tinggi mengalami hipotermi.
Neonatus mudah sekali terkena hipotermi yang disebabkan oleh:
v  Pusat pengaturan suhu tubuh pada bayi belum berfungsi dengan sempurna
v  Permukaan tubuh bayi relatif lebih luas
v  Tubuh bayi terlalu kecil untuk memproduksi dan menyimpan panas
v  Bayi belum mampu mengatur posisi tubuh dan pakainnya agar dia tidak kedinginan
v  Keadaan yang menimbulkan kehilangan panas yang berlebihan, seperti lingkungan dingin, basah, atau bayi yang telanjang,cold linen, selama perjalanan dan beberapa keadaan seperti mandi, pengambilan sampel darah, pemberian infus, serta pembedahan. Juga peningkatan aliran udara dan penguapan.
v   Ketidaksanggupan menahan panas, seperti pada permukaan tubuh yang relatif luas, kurang lemak, ketidaksanggupan mengurangi permukaan tubuh, yaitu dengan memfleksikan tubuh dan tonus otot yang lemah yang mengakibatkan hilangnya panas yang lebih besar pada BBLR.
v  Kurangnya metabolisme untuk menghasilkan panas, seperti defisiensib ro wn fat, misalnya
bayi preterm, kecil masa kelahiran, kerusakan sistem syaraf pusat sehubungan dengan anoksia, intra kranial hemorrhage, hipoksia, dan hipoglikemia
Hipotermi dapat terjadi setiap saat apabila suhu disekelilingi bayi rendah dan upaya mempertahankan suhu tubuh tidak di terapkan secara tepat,terutama pada masa stabilisasi yaitu:6-12 jam pertama setelah lahir.

Hipotermia juga bisa menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah), asidosis metabolik (keasaman darah yang tinggi) dan kematian.Tubuh dengan cepat menggunakan energi agar tetap hangat, sehingga pada saat kedinginan bayi memerlukan lebih banyak oksigen. Karena itu, hipotermia bisa menyebabkan berkurangnya aliran oksigen ke jaringan.
jika suhu inti terancam menurun, sebagai upaya untuk mengatasinya adalah dengan mengatur produksi panas (tremor otot dan gerak tubuh). Kedinginan yang mengancam akan memicu “perubahan sikap”, tergantung penyebab yang mendasarinya (misalnya dengan melindungi terhadap angin dengan penambahan pakaian, meninggalkan kolam renang, berkemul, dll). Jika reaksi “perubahan sikap” ini tidak muncul (tidak dilakukan) dapat terjadi hipotermia, yakni penurunan suhu inti di bawah 35 drajatC. Hal ini dapat terjadi karena alasan fisik yang tidak memungkinkan keluar dari situasi tersebut, atau bahaya hipotermia yang tidak disadari, atau akibat ganggua neurologist, hormon, atau metabolic. Membenamkan diri di dalam air bersuhu 5 – 10 drajatC selama 10 menit dapat menimbulkan hipotermia (tergantung ketebalan lemak). Memakai pakaian basah ditempat dengan hembusan angin yang kuat bersuhu lingkungan 0 drajatC dapat menyebabkan hipotermia dalam waktu kurang dari 1 jam.
 Risiko hipotermia terutama terdapat pada orang yang sudah tua (rentang pengaturan suhunya mulai terbatas) dan bayi (terutama bayi baru lahir) karena perbandingan luas permukaan dengan massa tubuh relatif besar, produksi panas basal yang kurang, dan lapisan lemak subkutan yang masih tipis. Orang dewasa muda yang tidak berpakaian tetap dapat mempertahankan suhu inti meskipun suhu lingkungan turun menjadi 27 drajatC karena produksi panas basalnya cukup. Pada neonatus, hipotermia dapat terjadi pada suhu lingkungan <34 drajatC.

2.4       GEJALA HIPOTERMI
Gejalanya bisa berupa:
*      GEJALA HIPOTERMI pada bayi baru lahir
Ø  Sejalan dengan menurunnya suhu tubuh,bayi menjadi kurang aktif,tidak kuat menghisap asi,dan menangis lemah
Ø  Timbulnya sklerema atau kulit mengeras berwarna kemerahan terutama dibagian punggung,tungkai dan tangan.
Ø  Muka bayi berwarna merah terang
Ø  tampak mengantuk
Ø  kulitnya pucat dan dingin
Ø  lemah, lesu ,menggigil.
Ø  kaki dan tangan bayi teraba lebih dingin dibandingkan dengan bagian dada
Ø  ujung jari tangan dan kaki kebiruan
Ø  Bayi tidak mau minum/menyusui
Ø  Bayi tampak lesu atau mengantuk saja
Ø  Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema)
Ø  Kulitnya pucat dan dingin
Ø  Menggigil
.
*      Indikasi Penyakit Hipotermia
Ø Gejala awal hipotermia apabila suhu < 360C atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.Bila seluruh tubuh bayi teraba dingin, maka bayi sudah mengalami hipotermia sedang (suhu 320C - <360C).
Ø  Gigi gemeretakan, merasa sangat letih dan mengantuk yang sangat luar biasa.
Ø  Selanjutnya pandangan mulai menjadi kabur, kesigapan mental dan fisik menjadi lamban.
Ø  Bila tubuh korban basah, maka serangan hiportemia akan semakin cepat dan hebat.

*      Tanda-tanda klinis hipotermia:
1.      . Hipotermia sedang:
ü  Kaki teraba dingin
ü  Kemampuan menghisap lemah
ü   Tangisan lemah
ü   Kulit berwarna tidak rata atau disebut kutis marmorata
2.      Hipotermia berat
ü  Sama dengan hipotermia sedang
ü  Pernafasan lambat tidak teratur
ü   Bunyi jantung lambat
ü   Mungkin timbul hipoglikemi dan asidosisi metabolik
3.      Stadium lanjut hipotermia
ü  Muka, ujung kaki dan tangan berwarna merah terang
ü  Bagian tubuh lainnya pucat
ü   Kulit mengeras, merah dan timbul edema terutama pada punggung, kaki dan tangan
ü  (sklerema)
*      Menurut tingkat keparahannya, Gejala Klinis hipotermia dibagi menjadi 3 ,
1.      Mild atau ringan
ü  Sistem saraf pusat: amnesia, apati, terganggunya persepsi halusinasi
ü  Cardiovaskular: denyut nadi cepat lalu berangsur melambat, meningkat4nya tekanandarah,
ü  Penafasan: nafas cepat lalu berangsur melambat,
ü  Saraf dan otot: gemetar, menurunnya kemampuan koordinasi otot
2.      Moderate, sedang
ü  Sistem saraf pusat: penurunan kesadaran secara berangsur, pelebaran pupil
ü   Cardiovaskular: penurunan denyut nadi secara berangsur
ü   Pernafasan: hilangnya reflex jalan nafas(seperti batuk, bersin)
ü   Saraf dan otot: menurunnya reflex, berkurangnya respon menggigil, mulai munculnya kaku tubuh akibat udara dingin
3.      Severe, parah
ü  Sistem saraf pusat: koma,menurunnya reflex mata(seperti mengdip
ü  Cardiovascular: penurunan tekanan darah secara berangsur, menghilangnya tekanan darah sistolik
ü   Pernafasan: menurunnya konsumsi oksigen
ü   Saraf dan otot: tidak adanya gerakan, menghilangnya reflex perifer

2.5       MEKANISME TERJADINYA HIPOTERMI

Penurunan suhu tubuh pada bayi terjadi melalui :
tidak segera diberi pakaian, tutup kepala, dan dibungkus,
Bayi berat lahir rendah yaitu bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg atau bayi dengaan lingkar lengan kurang dari 9,5 cm atau bayi dengan tanda-tanda otot lembek, kulit kerput.Bayi lahir sakit seperti asfiksia, infeksi sepsis dan sakit berat .
*      Evaporasi (menguapnya cairan dari kulit bayi yang basah)adalah cairan atau air ketuban yang membasahi kulit bayi menguap. misalnya: Ketika bayi baru lahir tidak segera dibersihkan, lalu terlalu cepat dimandikan
*      Radiasi (memancarnya panas tubuh bayi ke lingkungan sekitar yang lebih dingin)adalah panas yang hilang dari obyek yang hangat (bayi) ke obyek yang dingin atau panas tubuh bayi memancar ke lingkungan sekitar  bayi yang lebih dingin misalnya: diletakkan pada ruangan yang dingin, tidak segera didekapkan pada ibunya, dipisahkan dari ibunya, tidak segera disusui ibunya.
*      Konduksi (pindahnya panas tubuh apabila kulit bayi langsung kontak dengan
permukaan yang lebih dingin)adalah pindahnya panas tubuh bayi karena kulit bayi langung kontak dengan permukaan yang lebih dingin misalnya: tidak segera diberi pakaian, tutup kepala, dan dibungkus.
*       Konveksi yaitu h udara hilangnya panas tubuh bayi karna aliran udara sekeliling bayi:misalnya bayi baru lahir diletakkan di dekat pintu,jendela terbuka..
2.6         PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN HIPOTERMI
Mengatasi bayi hipotermi dilakukan dengan cara :
Prinsip penanganan hipotermia adalah penstabilan suhu tubuh dengan menggunakan selimut hangat (tapi hanya pada bagian dada, untuk mencegah turunnya tekanan darah secara mendadak) atau menempatkan pasien di ruangan yang hangat. Berikan juga minuman hangat(kalau pasien dalam kondisi sadar).
Pencegahan dan Penanganan Hipotermi Pemberian panas yang mendadak, berbahaya karena dapat terjadi apnea sehingga direkomendasikan penghangatan 0,5-1°C tiap jam (pada bayi < 1000 gram penghangatan maksimal 0,6 °C). (Indarso, F, 2001). Alat-alat Inkubator Untuk bayi < 1000 gram, sebaiknya diletakkan dalam inkubator. Bayi-bayi tersebut dapat dikeluarkan dari inkubator apabila tubuhnya dapat tahan terhadap suhu lingkungan 30°C. Radiant Warner Adalah alat yang digunakan untuk bayi yang belum stabil atau untuk tindakan-tindakan. Dapat menggunakan servo controle (dengan menggunakan probe untuk kulit) atau non servo controle (dengan mengatur suhu yang dibutuhkan secara manual).
Pencegahan Hipotermia Pada Bayi:
ü  Bayi dibungkus dengan selimut dan kepalanya ditutup dengan topi. Jika bayi harus dibiarkan telanjang untuk keperluan observasi maupun pengobatan, maka bayi ditempatkan dibawah cahaya penghangat.Untuk mencegah hipotermia, semua bayi yang baru lahir harus tetap berada dalam keadaan hangat.
ü  Di kamar bersalin, bayi segera dibersihkan untuk menghindari hilangnya panas tubuh akibat penguapan lalu dibungkus dengan selimut dan diberi penutup kepala.
melaksanakan metode kanguru, yaitu bayi baru lahir dipakaikan popok dan tutup kepala diletakkan di dada ibu agar tubuh bayi menjadi hangat karena terjadi kontak kulit langsung.Bila tubuh bayi masih teraba dingin bisa ditambahkan selimut.
1.       bayi baru lahir mengenakan pakaian dan selimut yang disetrika atau dihangatkan diatas tungku.
2.      menghangatkan bayi dengan lampu pijar 40 sampai 60 watt yang diletakkan pada jarak setengah meter diatas bayi.
3.      meminta pertolongan kepada petugas kesehatan terdekat.
4.      dirujuk ke rumah sakit
5.      Terapi yang bisa diberikan untuk orang dengan kondisi hipotermia, yaitu jalan nafas harus tetap terjaga juga ketersediaan oksigen yang cukup.
ü  Tindakan2 Pencegahan Penyakit Hipotermia

Gejala kedinginan yang lebih parah akan membuat gerakan tubuh menjadi tidak terkoordinasi, berjalan sempoyongan dan tersandung-sandung. Pikiran menjadi kacau, bingung, dan pembicaraannya mulai ngacau. Kulit tubuh terasa sangat dingin bila disentuh, nafas menjadi pendek dan lamban. Denyut nadi pun menjadi lamban, seringkali menjadi kram bahkan akhirnya pingsan. Untuk membantu penderita sebaiknya jangan cepat-cepat menghangatkan korban dengan botol berisikan air panas atau membaringkan di dekat api atau pemanas. Jangang menggosok-gosok tubuh penderita. Jika korban pingsan, baringkan dia dalam posisi miring. Periksa saluran pernafasan, pernafasan dan denyut nadi. Mulailah pernafasan buatan dari mulut dan menekan dada.Pindahkan ke tempat kering yang teduh. Ganti pakaian basah dengan pakaian kering yang hangat, selimuti untuk mencegah kedinginan. Jika tersedia, gunakan bahan tahan angin, seperti alumunium foil atau plastik untuk perlindungan lebih lanjut.
 Panas tubuh dari orang lain juga bagus untuk diberikan, suruh seseorang melepas pakaian, dan berbagi pakai selimut dengan si korban. Jika penderita sadar, berikan minuman hangat jangan memberikan minuman alkohol. Segeralah cari bantuan medis. Bila kita melakukan kegiatan luar ruangan (pendakian gunung khususnya) pada musim hujan atau di daerah dengan curah hujan tinggi, harus membawa jas hujan, pakaian hangat (jaket tahan air dan tahan angin) dan pakaian ganti yang berlebih dua tiga stel, serta kaus tangan dan topi ninja juga sangat penting.

ü  Melakukan tujuh rantai hangat, yaitu
1.      menyiapkan tempat melahirkan yang hangat, kering, bersih, penerangan cukup.
2.      Mengeringkan tubuh bayi segera ssetelah lahir dengan handuk kering dan bersih
3.      Menjaga bayi tetap hangat dengan mendekap bayi di dada
ibunya dan keduanya di selimuti.
4.      memberi ASI sedini mungkin dalam waktu 30 menit setelah melahirkan agar bayi memperoleh kalori.
5.      mempertahankan kehangatan pada bayi.
6.      memberi perawatan bayi baru lahir yang memada
7.      melatih semua orang yang terlibat dalam pertolongan persalinan / perawatan bayi baru lahir
8.      Menunda memandikan bayi baru lahir :
a.       pada bayi normal tunda memandikannya sampai 24 jam.
b.       pada bayi berat badan lahir rendah tunda memandikannya lebih lama lagi.
Cara lain yang sangat sederhana dan mudah dikerjakan setiap orang ialah metode dekap, yaitu bayi diletakkan telungkup dalam dekapan ibunya dan keduanya diselimuti agar bayi senantiasa hangat.
                                                                                                                                                                                               

2.7       PATOFISIOLOGI HIPOTERMI
Sewaktu kulit bayi menjadi dingin, saraf afferen menyampaikan pada sentral pengatur panas di  hipothalamus. Saraf yang dari hipothalamus sewaktu mencapaib ro wn fat memacu pelepasan noradrenalin lokal sehingga trigliserida dioksidasi menjadi gliserol dan asam lemak. Blood gliserol  level meningkat, tetapi asam lemak secara lokal dikonsumsi untuk menghasilkan panas. Daerah brown fat menjadi panas, kemudian didistribusikan ke beberapa bagian tubuh melalui aliran darah.
Ini menunjukkan bahwa bayi akan memerlukan oksigen tambahan dan glukosa untuk metabolisme yang digunakan untuk menjaga tubuh tetap hangat.Methabolicther mogenesis yang efektif memerlukan integritas dari sistem syaraf sentral,kecukupan darib r own fat, dan tersedianya glukosa serta oksigen. Perubahan fisiologis akibat hipotermia yang terjadi pada sistem syaraf pusat antara lain
depresi linier dari metabolisme otak, amnesia, apatis, disartria, pertimbangan yang
terganggu adaptasi yang salah, EEG yang abnormal, depressi kesadaran yang progresif,
dilatasi pupil, dan halusinasi. Dalam keadaan berat dapat terjadi kehilangan autoregulasi
otak, aliran darah otak menurun, koma, refleks okuli yang hilang, dan
penurunanyangprogressif dari aktivitas EEG.
Pada jantung dapat terjadi takikardi, kemudian bradikardi yang progressif, kontriksi pembuluh darah, peningkatan cardiacout put, dan tekanan darah. Selanjutnya,
peningkatan aritmia atrium dan ventrikel, perubahan EKG dan sistole yang memanjang;
penurunan tekanan darah yang progressif, denyut jantung, dan cardiacout put disritmia serta asistole. Pada pernapasan dapat terjadi takipnea, bronkhorea, bronkhospasma, hipoventilasi konsumsi oksigen yang menurun sampai 50%, kongesti paru dan edema, konsumsi oksigen yang menurun sampai 75%, dan apnoe. Pada ginjal dan sistem endokrin, dapat terjadicold diuresis, peningkatan katekolamin, steroid adrenal, T3 dan T4 dan menggigil; peningkatan aliran darah ginjal sampai 50%, autoregulasi ginjal yang intak, dan hilangnya aktivitas insulin. Pada keadaan berat, dapat terjadi oliguri yang berat, poikilotermia, dan penurunan
*      Akibat-akibat yang di timbulkan oleh hipotermi:
1.      HipoglikemiAsidosis metabolik, karena vasokonstrtiksi perifer dengan metabolisme anaerob.
2.      Kebutuhan oksigen yang meningkat.
3.      Metabolisme meningkat sehingga pertumbuhan terganggu.
4.      Gangguan pembekuan sehingga mengakibatkan perdarahan pulmonal yang menyertai hipotermi berat.
5.      Shock.
6.      Apnea.
7.      Perdarahan Intra Ventricular
Kedinginan yang terlalu lama dapat menyebabkan tubuh beku, pembuluh darah dapat mengerut dan memutus aliran darah ke telinga, hidung, jari dan kaki. Dalam kondisi yang parah mungkin korban menderita ganggren (kemuyuh) dan perlu diamputasi. Hipotermia bisa menyebabkan terjadinya pembengkakan di seluruubuh (Edema Generalisata), menghilangnya reflex tubuh (areflexia), koma, hingga menghilangnya reaksi pupil mata. Disebut hipotermia berat bila suhu tubuh < 320C. Untuk mengukur suhu tubuh pada hipotermia diperlukan termometer ukuran rendah (low reading termometer) sampai 250C. Di samping sebagai suatu gejala, hipotermia dapat merupakan awal penyakit yang berakhir dengan kematian
Bayi hipotermi adalah bayi dengan suhu badan di bawah normal. Suhu normal pada bayi neonatus adalah adalah 36,5-37,5 derajat Celsius (suhu ketiak). Hipotermi merupakan salah satu penyebab tersering dari kematian bayi baru lahir, terutama dengan berat badan kurang dari 2,5 Kg Gejala awal hipotermi apabila suhu kurang dari 36 derajat Celsius atau kedua kaki dan tangan teraba dingin.
















2.8  Contoh Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Dengan Kasus    Hipotermi



ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN HIPOTERMI  SEDANG TERHADAP BAYI Ny. ”H” TAHUN 2007


*      PENGUMPULAN DATA DASAR Tanggal 2 Oktober 2007

·         Identitas Nama Anak : Bayi Ny. “H”
·         Jenis Kelamin              : Perempuan
·         Tanggal Lahir              : 2 Oktober 2007
·         Jam                             : 09.30 WIB
·         Anak                           : Kedua
·         Alamat                         : Jl. Jend. Katamso – Kota Metro


·         Nama Ibu                   : Ny. “H”                                Nama Ayah                : Tn. “S”
·         Umur                           : 25 tahun                                Umur                           : 27 tahun
·          Pendidikan                 : SMP                                      Pendidikan                  : SMP
·          Suku                           : Jawa                                      Suku                            : Jawa
·          Agama                        : Islam                                    Agama                          : Islam
·          Pekerjaan                   : IRT                                       Pekerjaan                      : Wiraswasta
·          Alamat                        : Jl. Jend. Katamso                 Alamat                                    : Jl. Jend.                                                                                           Katamso Kota Metro Kota Metro

1.      Riwayat persalinan sekarang Usia kehamilan : 38 minggu
Lama persalinan
§  Kala I       : 8 jam
§  Kala II       : 30 menit
§  Kala III    : 20 menit
§  Kala IV    : 2 jam
§  Jumlah       : 10 jam 50 menit
§  Pemeriksaan Fisik
 1. Keadaan umum           : Baik
 2. Kesadaran                   : Composmentis
 3. Tanda-tanda vital :
 Temp       : 35,7oC
 RR            : 60 x/menit
 BB            : 2900 gram
 Pols           : 130 x/menit

*      .INTERPRETASI DATA DASAR
1. Diagnosa Bayi baru lahir dengan hipotermi sedang Dasar :
a. Suhu 35.70C
b. APGAR SCORE 6/7
c. Ekstrimitas membiru
d. Kedua kaki teraba dingin
e. Kulit terdapat bercak merah
f. Menangis lemah
g. Tampak mengantuk tetapi masih bisa dibangunkan
h. Aktivitas lemah i. Tali pusat masih basah

2. Masalah
a. Nutrisi tidak adequat Dasar : Daya isap bayi terhadap ASI lemah
b. Keterbatasan aktifitas Dasar :
 1) Aktifitas lemah
 2) Tampak mengantuk tapi masih bisa dibangungkan
 3) Menangis lemah
            c. Ketidaknyamanan pada bayi Dasar :
1) Bayi menggigil
            2) Nadi cepat d. Resiko infeksi Dasar : tali pusat masih basah

3. Kebutuhan
 a. Segera hangatkan bayi Dasar :
1) Suhu 35,70 C
2) APGAR Score 6/7
3) Extrimitas membiru
4) Kedua kaki teraba dingin
5) Kulit terdapat bercak merah
6) Menangis lemah
7) Tampak mengantuk tetapi masih bisa dibangunkan
8) Aktivitas lemah
 b. Pemberian nutrisi Dasar :
1) Bayi belum mendapatkan asupan nutrisi
2) Turgor kulit jelek
3) Refleks gerak bayi berkurang
4) Bayi menangis lemah
5) Bayi tampak mengantuk
 c. Pemenuhan lingkungan yang nyaman Dasar :
1) Bayi belum dibersihkan
2) Bayi menggigil
 d. Perawatan tali pusat Dasar : tali pusat masih basah

*          IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
1. Potensial terjadi hipotermi berat Dasar :
 a. Suhu 35,70C
 b. Apgar Score6/7
 c. Turgor buruk
 d. Bayi belum mendapat asupan nutrisi
 e. Bayi menggigil f. Nadi cepat
2. Hipoglikemi Dasar : Bayi belum mendapat asupan nutrisi
3. Potensial terjadi asfiksia Dasar :
 a. Apgar Score 6 / 7
 b. RR : 60 x/menit
c. Pols : 130 x/menit
d. Ekstrimitas : membiru

*         KEBUTUHAN INTERVENSI DAN KOLABORASI SEGERA
Beri tahu keluarga tentang persiapan rujukan apabila keadaan bayinya semakin buruk.

*        RENCANA MANAGEMEN
1. Hangatkan tubuh bayi
a. Jelakan pada ibu tentang pentingnya mempertahankan suhu tubuh bayi
b. Ajarkan pada ibu tentang cara menghangatkan bayi
c. Anjurkan pada ibu utnuk melakukan teknik penghangatan pada bayi baru lahir
d. Observasi kemampuan ibu dalam melakukan teknik penghangatan
e. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu melakukan teknik penghangatan

        2. Pemberian ASI
 a. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya ASI bagi bayi
 b. Ajarkan pada ibu tentang untuk menyusui yang benar
 c. Anjurkan pada ibu untuk menyusui bayinya sesering mungkin
 d. Observasi kemampuan ibu dalam membantu ibu menyusui bayinya
 e. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu menyusui bayinya

        3. Menjaga personal hygiene bayi
a. Jelaskan pada ibu tentang pentingnya pemeliharaan kebersihan bayi
            b. Ajarkan pada ibu tentang cara memandikan bayi
c. Anjurkan pada ibu untuk mengjaga kebersihan bayinya
d. Observasi kemampuan ibu dalam menjaga kebersihan bayinya
e. Libatkan keluarga atau suami dalam membantu ibu menjaga kebersihan bayinya.

         4. Pemantauan bayi baru lahir
           a. Jelaskan pada ibu mengenai tanda bahaya bayi baru lahir
           b. Ajarkan pada ibu tentang penanganan dini terhadap tanda bahaya bayi baru lahir
           c. Libatkan anggota keluarga lainnya dalam memantau keadaan bayi baru lahir

*      VI. PELAKSANAAN
 1. Menghangatkan tubuh bayi
a.Bayi dipakaikan topi atau kain untuk menjaga kepala tetap hang   b.Menggunakan popok yang dilapisi plastik sehingga bayi mendapat sumber                               panas terus menerus
            c. Mengganti kain/pakaian/popok yang basah dengan yang kering
                        d. Kontak langsung kulit ibu dengan kulit bayi diantara bagian tubuh bayi dengan                  dada dan perut ibu dalam baju kanguru
 2. Melakukan perawatan kebersihan bayi baru lahir
a. Segera mengeringkan tubuh bayi dengan handuk kering, bersih dan hangat
b. Menunda memandikan bayi + 24 jam setelah kelahiran
c. Merawat tali pusat
d. Memandikan dengan mandi kering
 3. Membantu ibu menyusui bayinya kepanpun ketika bayi mau menyusui
4. Melakukan pemantauan bati baru lahir
 a. Pantau kemampuan menghisap
 b. Keaktifan bayi
 c. Pantau keadaan umum bayi seperti suhu, BB, nadi

5. Menjelaskan tanda dan bahaya pada bayi baru lahir
a. Pernapasan sulit (lebih dari 60 x/menit), < 30 x/mnt, > 60 x/mnt.
b. Suhu tubuh terlalu rendah ( < 36 0C)
c. Warna kulit terutama 24 jam pertama, biru/pucat
d. Menghisap lemah, banyak muntah, mengantuk berlebihan
e. Aktivitas (bayi menggigil, menangis lemah, badan lemas dan kejang)

*      EVALUASI
1. Ibu mau menghangatkan bayinya dengan metode kanguru
2. Bayi mau diberi/mendapatkan ASI meskipun sedikit-sedikit
3. Bayi dalam keadaan bersih
4. Pakaian/popok selalu dalam keadaan kering
5. Tanda-tanda vital
Suhu : 360C
Nadi : 120 x/menit
RR : 40 x/menit
CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-2
Tanggal 3-10-2007 jam : 09.00 WIB
S : Ibu mengatakan bayi minum ASI kuat
O : 1. Bayi baru lahir hari ke-2
2. Keadaan umum bayi baik
3. Tali pusat masih basah
4. Tanda-tanda vital
Suhu : 36,5 0C
Nadi : 135 x/menit
RR : 40 x/menit
A : 1. Diagnosa
Bayi baru lahir ke-2
Dasar :
a. Bayi baru lahir tanggal 2-10-2007 pukul 09.30 WIB
b. Keadaan umum baik
c. Tali pusat masih basah
d. Tanda-tanda vital
Suhu : 36,5 0C
Nadi : 135 x/menit
RR : 40 x/menit
2. Masalah
Potensial terjadi infeksi tali pusat
Dasar : tali pusat masih basah
3. Kebutuhan
a. Penyuluhan tentang perawatan tali pusat dengan teknik aseptik dan antiseptik
b. Penyuluhan tentang pemberia ASI
c. Penyuluhan tentang personal hygiene/kebersihan tubuh

P : 1. Anjurkan ibu untuk menyusui bayinya secara ekslusif selama 6 bulan
2. Beritahu pada ibu mengenai tanda-tanda bahaya pada BBL
3. Evaluasi cara perawatan kebersihan bayi baru lahir
4. Libatkan keluarga dalam menjaga kestabilan suhu badan bayi baru lahir

CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-7
Tanggal 9-10-2007 jam : 09.00 WIB
S : 1. Ibu mengatakan bayinya sudah dapat menghisap ASI kuat
2. Ibu mengatakan bayinya BAK dan BAB
3. Ibu mengatakan sudah bisa melakukan perawatan pada bayinya dan tali pusat sudah puput
O : 1. BB : 3000 gram
Pols : 138 x/menit
RR : 40 x/menit
Temp : 36.50C
Lila : 9 cm
2. Refleks menghisap (+), ASI diberikan setiap bayi menangis, ASI sudah mulai banyak
3. Tali pusat masih basah
4. Eliminasi BAK 6-7 x/hari, BAB 3 x/hari
A : 1. Diagnosa
Bayi baru lahir ke-7
Dasar : Bayi lahir spontan tanggal 2-10-2007 pukul 09.30 WIB
2. Masalah
Untuk sementara tidak ada
3. Kebutuhan
a. Penyuluhan tentang pemberian ASI ekslusif dan mencegah infeksi pada bayi baru lahir dengan perawatan teknik septik dan antibiotik
b. Pesonal hygiene
c. Penyuluhan pemberian imunisasi dini

P : 1. Pantau keadaan umum bayi
2. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI eksluif selama 6 bulan dan melakukan pencegahan infeksi pada bayi baru lahir
3. Anjurkan ibu untuk menjaga personal hygiene dan perawatan bayi baru lahir
4. Anjurkan pada ibu untuk memberikan ASI setiap mau menyusui

CATATAN PERKEMBANGAN HARI KE-14
Tanggal 16-10-2007 jam : 09.00 WIB
S : 1. Ibu mengatakan berat badan bayi bertambah
2. Ibu mengatakan bayinya sudah mulai aktif
O : 1. BB : 3300 gram
Pols : 130 x/menit
RR : 34 x/menit
Temp : 36,50C
Lila : 9 cm
2. Refleks menghisap (+)
Refleks sucking (+)
Refleks stapping (+)
Refleks moro (+)
3. ASI diberikan setiap bayi mau/menangis dan ASI sangat lancar
4. Eliminasi BAK 6-7 x/hari, BAB 3 x/hari
A : 1. Diagnosa
Bayi baru lahir ke-14
Dasar : bayi baru lahir spontan tanggal 2-10-2007 pukul 09.30 WIB
2. Masalah
Untuk sementara tidak ada
3. Kebutuhan
a. Penyuluhan tentang perawatan bayi sehari-hari dirumah
b. Penyuluhan tentang nutrisi yag adequat
P : 1. Anjurkan pada ibu untuk mnejaga personal hygiene bagi bayinya
2. Anjurkan pada ibu untuk tetap memberikan ASI ekslusifnya
3. Anjurkan ibu untuk melakukan perawatan bayi sehari-hari dengan benar
4. Anjurkan pada ibu untuk memb







BAB III
PENUTUP
3.1       KESIMPILAN
BAYI BARU LAHIR
Secara umum dikatakan normal apabila memiliki ciri sebagai berikut :
– Lahir pada masa gestasi 37 – 42 minggu
– Ukuran antropometri : berat badan berkisar antara 2500 gram – 4000 gram, panjang     badan 48 52 cm, lingkar dada 30 – 38 cm, lingkar kepala 32 – 37 cm
– Tanda vital dalam batas normal
– Tidak ada kelainan / kecacatan
Hipertermia adalah peningkatan suhu tubuh di atas titik pengaturan shipotalamus bila mekanisme pengeluaran panas terganggu (oleh obat dan penyakit) atau dipengarhui oleh panas eksternal (lingkungan) atau internal (metabolik)
Hipotermia bisa menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah), asidosis metabolik (keasaman darah yang tinggi) dan kematian.Tubuh dengan cepat menggunakan energi agar tetap hangat, sehingga pada saat kedinginan bayi memerlukan lebih banyak oksigen. Karena itu, hipotermia bisa menyebabkan berkurangnya aliran oksigen ke jaringan.

Setelah menyimak uraian diatas maka penulis menyimpulkan sebagai berikut :
Upaya pencegahan hipotermi pada bayi baru lahir dilakukan dengan benar bila bayi dikeringkan dan melakukan kontak kulit langsung dengan ibu
*      Suhu lingkungan selama dan setelah kelahiran sangat besar pengaruhnya pada bayi baru lahir. Semakin dingin ruangan semakin besar terjadinya hipotermi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar